Friday 16 August 2013

Diagnosis Kanker Payudara

Penelitian terkait Modern Cancer Hospital Guangzhou menunjukkan bahwa tingkat insiden kanker payudara menempati penyakit di seluruh tubuh sebesar 10%, merupakan musuh utama kesehatan kaum wanita. Tetapi banyak kaum wanita tidak memahami kanker payudara, oleh karena itu tidak segera diobati. Sewaktu masuk rumah sakit sudah kehilangan kesempatan pengobatan yang terbaik. Jadi, harus bagaimana mendiagnosa apakah mengidap kanker payudara atau bukan? Apa saja metode pendiagnosaan kanker payudara?

Metode Mendiagnosa Kanker Payudara

1.Pemeriksaan USG : USG dapat menjadi pemahaman yang jelas akan kondisi jaringan kelenjar payudara, perbatasan, ada tidaknya benjolan, ukuran, bentuk dan sifat (kistik atau padat) untuk identifikasi yang lebih handal akan jinak-ganasnya tumor. Ketepatan diagnosa USG buat kanker payudara berusia 30 tahun adalah 80-85%. Kanker menginfiltrasi jaringan disekitarnya dan membentuk echogenic band, struktur normal payudara akan rusak. Akan timbul gejala seperti penebalan kulit di atas benjolan tersebut atau mencekung, ini menjadi indeks penting diagnosis kanker payudara USG tidak berbahaya, dapat diterapkan berulang kali.

2.Thermal Image Inspection : gambar aplikasi menunjukkan distribusi suhu permukaan dikarenakan perkembangbiakkan sel kanker cepat, pembuluh darah juga bertambah banyak, dan peningkatan suhu permukaan benjolan, artinya suhu permukaan yang sesuai lebih tinggi dari jaringan disekitarnya, perbedaan ini bisa dijadikan sebagai diagnosa. Namun cara diagnosa seperti ini kurang standar gambar yang tepat, thermal anomaly dan tumor tidak sesuai, tingkat kecocokan diagnosa rendah, sehingga beberapa tahun terakhir ini jarang diterapkan.

3.CT Scan : dapat digunakan pada posisi lesi kelenjar payudara sebelum biopsy dibagian yang tidak dapat disentuh, memastikan diagnosa kanker payudara sebelum operasi, periksa zona payudara, aksiler dan ada tidaknya pembengkakan di internal kelenjar getah bening susu, membantu menentukan rencana pengobatan.

4.Tumor markers checked : dalam proses karsinogenesis, diproduksi oleh sel tumor, sekresi, langsung melepaskan komposisi jaringan sel dan antigen, enzim, hormone atau keberadaan bentuk metabolit di dalam sel tumor atau di dalam cairan tubuh. Zat semacam ini disebut tumor marker. Metode pemeriksaannya terdiri dari : Carcinoembryonic antigen (CEA), feritin, monoclonal antibody, dll.

5. Biopsi : kanker payudara harus ditetapkan diagnosis sebelum memulai pengobatan. Meskipun sekarang banyak metode pemeriksaan, tetapi sampai sekarang hanya hasil patologi biopsy yang menjadi satu-satunya dasar penentuan diagnosa.
  - Biopsi Aspirasi : cara ini sederhana, cepat, aman dapat menggantikan bagian jaringan insisi pembekuan, tingkat positifnya tinggi diantara 80-90%, selain itu juga bisa digunakan untuk anti kanker skrining. Jika diagnosa klinis adalah ganas dan laporan sitologi jinak atau mencurigakan, harus melakukan biopsy bedah untuk memastikan diagnosa.
  - Biopsi Insisi : dikarenakan metode ini mudah menyebabkan proliferasi tumor karsinoid, umumnya metode ini tidak dianjurkan. Metode ini hanya diterapkan pada kanker stadium lanjut untuk menentukan jenis patologi.
  - Biopsi Eksisi : adalah pengangkatan tumor di jaringan tertentu disekitarnya dan diduga tumor ganas. Umumnya direseksi dari tepi tumor minimal sekitar 1cm.

Bagaimana Mendiagnosa Sendiri Kanker Payudara ? 

Sangat penting bagi para wanita yang sudah memasuki usia 20 tahun untuk mulai memeriksakan payudara sendiri sehingga setiap wanita mengetahui dengan persis kondisi payudara mereka yang normal dan dapat mengetahui dengan cepat setiap perubahan yang terjadi.

Pemeriksaan payudara dapat dilakukan dalam 3 posisi, yaitu
  1. Di depan kaca
  2. Saat sedang mandi
  3. Saat berbaring
Langkah-langkah pemeriksaan payudara yang perlu dilakukan antara lain adalah:
1. Di depan kaca, perhatikanlah adanya perubahan warna kulit, permukaan kulit, pembengkakan, “lesung pipit”, atau perubahan pada puting susu.

2. Perhatikan payudara di depan kaca dalam posisi kedua lengan di samping, kedua lengan di pinggang, dan kedua lengan diangkat ke atas. Perhatikan dengan seksama bila ada perubahan yang terjadi hanya di salah satu payudara.


3. Dengan menggunakan 3 ujung jari (jari telunjuk, jari tengah, jari manis), periksalah seluruh bagian payudara dengan pola melingkar mulai dari luar ke arah dalam. Periksalah kedua payudara dan daerah ketiak. Periksalah adanya benjolan, pengerasan, perubahan kekenyalan payudara atau adanya gumpalan.


4. Saat berbaring, posisikan lengan Anda di bawah kepala kemudian dengan lengan yang berlawanan periksalah seluruh bagian payudara dengan pola gerakan memutar dengan 3 ujung jari. Periksalah juga daerah ketiak Anda.


5. Jangan lupakan untuk menekan puting susu Anda untuk memastikan adanya cairan atau darah yang keluar.





6.Pemeriksaan sewaktu mandi
Sewaktu mandi, bagian dada disabunin dahulu untuk mempermudah pemeriksaan. Sewaktu pemeriksaan, satu tangan dibelakang kepala, satu jari diluruskan dan gerakkan jari tangan dengan gerakan memutar, teliti semua daerah bagian payudara, lihat apakah ada benjolan, gunakan cara ini untuk memeriksa satu sisinya lagi.

Para wanita perlu melakukan pemeriksaan payudara ini setiap bulan sekali. Jika terdapat kelainan yang tidak biasanya maka dan mengganggu dalam beberapa waktu maka perlu dikonsultasikan dengan dokter. Pada wanita mulai usia 40 tahun, pemeriksaan mammografi sebaiknya dimulai dengan rutin, terlebih pada wanita dengan riwayat adanya penderita kanker payudara sebaiknya pemeriksaan mammografi dimulai lebih dini.



Diagnosis Kanker Payudara Harus Diidentifikasi Dengan Penyakit Berikut

1.Payudara Fibroadenoma : sering ditemukan pada wanita berusia muda, bentuk tumor umumnya bulat atau oval, batasnya jelas, perkembangannya lambat. Bagi wanita yang berusia di atas 40 tahun, rajinlah melakukan pemeriksaan Fibroadenoma agar bisa menghindar dari kemungkinan terjadinya tumor ganas.

2.Payudara Kistik Hiperplasia : sering ditemukan pada wanita berusia muda. Ciri-cirinya adalah payudara terasa nyeri, periodik, berhubungan dengan siklus menstruasi.

3.Plasma Sel Mastitis : adalah aseptic peradangan jaringan payudara. Di klinis menunjukkan peradangan akut lebih dari 60%. Jika benjolan membesar kulit akan mengalami perubahan seperti kulit jeruk. 40% pasien mulai mengalami peradangan kronis. Gejalanya seperti benjolan pada periareola, perbatasannya tidak jelas, kulit adhesi dan puting susu mencekung.

4.Payudara Tuberculosis : peradangan kronis di jaringan payudara yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Terjadi pada wanita berusia muda. Jangka waktu sakitnya agak lama, perkembangannya lambat. Bagian tertentu pada payudara ada benjolan, benjolannya agak keras, daerah tertentu kemungkinan ada fibrosis. Batas tumornya kadang-kadang tidak jelas, kadang-kadang terasa sakit, tetapi tidak periodik.
  Dikarenakan tekanan kerja yang berat, mempengaruhi tingkat endokrin, mengakibatkan berbagai macam penyakit payudara timbul. Oleh karena itu, kanker payudara makin dekat dengan kita. Disini, ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan kepada semua kaum wanita agar setiap tahun melakukan pemeriksaan rutin ke rumah sakit.

sumber : Asia Cancer

No comments:

Post a Comment